Part 1
Cinta Yang Aneh
Perkenalkan, aku Daniel. Aku cowok, dan aku nggak jauh berbeda dari yang lain, yang kebanyakan otaknya ngeres. Tapi, walaupun nggak jauh berbeda, tentunya aku punya sesuatu yang nggak dimiliki oleh teman2ku. Aku adalah seorang gay, aku sama sekali nggak tertarik asmara sama cewek. Aku mulai jadi gay sejak aku kenal dengan internet. Tapi bukan internet yang aku salahkan, melainkan aku bisa tahu jati diri aku dari internet.
Aku belum terlalu dewasa, baru saja kelas 3 SMP. Warna favorit aku biru. Aku akrab dengan seorang cowok, namanya Alfa. Kami teman, tapi aku ingin lebih dekat dengan dia. Nggak tahu entah aku suka atau cuma pengen jadi sahabat, tapi mungkin aku suka sama dia. Alfa nggak terlalu narsis, nggak terlalu tinggi, wajahnya penuh jerawat!!! Hiii, mau meledak lagi, seremmm... Walaupun nggak perfect, tapi aku tetap suka sama dia. Penuh jerawat, tapi tampan. Nggak tinggi, tapi menarik. Nggak narsis, tapi di mata aku dia selalu pede.
"Dan, ke warnet yok! Kita maen LS berdua!"
Kata-kata itu sudah biasa denganku. Biarpun ada kata berdua, tapi nggak mungkin rasanya kalau dia suka sama aku. Mungkin juga mustahil...
"Boleh, tapi bentar aja ya, ntar aku kena marah nih pulang telat lagi."
Aku mengikat tali sepatuku.
"Iya, seep lah. Yang penting maen."
Dengan wajah senang Alfa langsung menarik tasku.
Kami memang sering ke warnet, menghabiskan waktu, pulang sama-sama. Walaupun di rumah nggak ketemuan, tapi tetap ada di sekolah. Kami main 1 jam, terus pulang. Kejadian ini waktu kami kelas 1 SMP. Waktu itu, Alfa belum puber. Belum ada jerawat, masih imut2 gitu. Dia ingin dekat dengan seseorang yang dia suka, namanya Putri. Aku sih waktu itu belum suka sama Alfa. Buat tolongin teman, aku bantu si Alfa PDKT sama si Putri, dan berhasil! Kelas 2 mereka jadian, dalam waktu yang bersamaan saat si Alfa mulai keluar jerawat, mulai berat suaranya, puber! Nah, saat itu juga aku suka sama Alfa. Waktu itu aku menyesal banget! Tuhan, kenapa mereka aku comblangin???
Kata-kata itu sudah biasa denganku. Biarpun ada kata berdua, tapi nggak mungkin rasanya kalau dia suka sama aku. Mungkin juga mustahil...
"Boleh, tapi bentar aja ya, ntar aku kena marah nih pulang telat lagi."
Aku mengikat tali sepatuku.
"Iya, seep lah. Yang penting maen."
Dengan wajah senang Alfa langsung menarik tasku.
Kami memang sering ke warnet, menghabiskan waktu, pulang sama-sama. Walaupun di rumah nggak ketemuan, tapi tetap ada di sekolah. Kami main 1 jam, terus pulang. Kejadian ini waktu kami kelas 1 SMP. Waktu itu, Alfa belum puber. Belum ada jerawat, masih imut2 gitu. Dia ingin dekat dengan seseorang yang dia suka, namanya Putri. Aku sih waktu itu belum suka sama Alfa. Buat tolongin teman, aku bantu si Alfa PDKT sama si Putri, dan berhasil! Kelas 2 mereka jadian, dalam waktu yang bersamaan saat si Alfa mulai keluar jerawat, mulai berat suaranya, puber! Nah, saat itu juga aku suka sama Alfa. Waktu itu aku menyesal banget! Tuhan, kenapa mereka aku comblangin???
"Dan, makasih ya udah tolongin aku sama Putri! Kamu memang sahabat sejati Dan!"
"Iya Alf, kalau teman memang harus saling membantu kan?"
Aku jelas bohong, di hati ini aku setengah senang, setengah kecewa. Senang karena Alfa bahagia, namanya teman memang gitu. Kecewa karena nggak bisa dekat sama Alfa kayak dulu lagi, karena sejak jadian dia lebih suka jalan2 sama Putri. Aku pulang ke rumah, pergi ke kamar. Aku buang tasku, terus langsung tidur. Bete banget, Alfa jarang banget ketemuan sama aku... Sedih banget rasanya. Alf, kenapa nggak dari dulu sih kamu pubernya? Kenapa kamu suka Putri, bukan aku? Kenapa kamu lebih perhatian sama Putri? Padahal kita teman dekat, sekarang udah aku tolong, kamu cuma bilang makasih doang, di ajak ke sini, alasan Putri. Di ajak ke sana, alasannya Putri lagi. Shit!!! Putri, kenapa kamu nggak hilang aja sih?!!
"Iya Alf, kalau teman memang harus saling membantu kan?"
Aku jelas bohong, di hati ini aku setengah senang, setengah kecewa. Senang karena Alfa bahagia, namanya teman memang gitu. Kecewa karena nggak bisa dekat sama Alfa kayak dulu lagi, karena sejak jadian dia lebih suka jalan2 sama Putri. Aku pulang ke rumah, pergi ke kamar. Aku buang tasku, terus langsung tidur. Bete banget, Alfa jarang banget ketemuan sama aku... Sedih banget rasanya. Alf, kenapa nggak dari dulu sih kamu pubernya? Kenapa kamu suka Putri, bukan aku? Kenapa kamu lebih perhatian sama Putri? Padahal kita teman dekat, sekarang udah aku tolong, kamu cuma bilang makasih doang, di ajak ke sini, alasan Putri. Di ajak ke sana, alasannya Putri lagi. Shit!!! Putri, kenapa kamu nggak hilang aja sih?!!
Saking kecewanya, aku nggak pernah lagi keluar rumah, kecuali kalau diajak seseorang atau pergi ke sekolah. Bahkan keluar halaman pun jarang...
"Dan, gue mau tanya nih!"
Tiba-tiba si Raihan nepuk pundak aku saat aku mau masuk ke rumah. Raihan itu tetangga aku, orangnya aktif, pede, ketua OSIS di sekolah. Satu-satunya teman aku di masa kecil.
"Mau tanya apa kamu? Nggak biasanya ke rumah aku? Nggak pergi main futsal tuh sama anak2 yang lain?"
Aku jawab ketus, udah lima bulan ini aku masih mikirin Alfa, yang nggak pernah lagi ketemuan sejak dua bulan yang lalu.
"Ah, justru itu gue mau tanyain. Lo udah berapa bulan nih nggak pernah nongol tuh kepala keluar sekali aja. Cuma liat pas lo ke school, kalau ada masalah bilang dong sama gue! Nggak pernah main futsal lagi sama gue."
Kata Raihan sambil memainkan bola futsalnya.
"Nggak ada masalah kok, capek aku keluyuran keluar, ntar hitam kayak kamu tuh!"
Jawabku mengejek.
"Lo kok kayak gitu sih, sejak kapan ngomong lo kasar gitu?!"
"Maaf maaf, aku lagi bete nih. Kamu main aja sana, sama anak2 yang lain, aku nggak pengen ikut..."
"Ya udahlah, gue main dulu, bye!"
"Bye!"
"Dan, gue mau tanya nih!"
Tiba-tiba si Raihan nepuk pundak aku saat aku mau masuk ke rumah. Raihan itu tetangga aku, orangnya aktif, pede, ketua OSIS di sekolah. Satu-satunya teman aku di masa kecil.
"Mau tanya apa kamu? Nggak biasanya ke rumah aku? Nggak pergi main futsal tuh sama anak2 yang lain?"
Aku jawab ketus, udah lima bulan ini aku masih mikirin Alfa, yang nggak pernah lagi ketemuan sejak dua bulan yang lalu.
"Ah, justru itu gue mau tanyain. Lo udah berapa bulan nih nggak pernah nongol tuh kepala keluar sekali aja. Cuma liat pas lo ke school, kalau ada masalah bilang dong sama gue! Nggak pernah main futsal lagi sama gue."
Kata Raihan sambil memainkan bola futsalnya.
"Nggak ada masalah kok, capek aku keluyuran keluar, ntar hitam kayak kamu tuh!"
Jawabku mengejek.
"Lo kok kayak gitu sih, sejak kapan ngomong lo kasar gitu?!"
"Maaf maaf, aku lagi bete nih. Kamu main aja sana, sama anak2 yang lain, aku nggak pengen ikut..."
"Ya udahlah, gue main dulu, bye!"
"Bye!"
Aku kembali ke kebiasaan lama, tiduran di kamar. Biasanya aku sms Alfa dulu, tapi pasti nggak dijawab, udah punya cewek teman ditinggalin. Ah, nggak enak banget nih hati! Untuk melepas capek, aku OL di FB. Status Alfa biasanya "Kencan sukses! Hari yang menyenangkan bersama idaman hati..." Tapi anehnya, hari ini nggak ada status. Apa mungkin Alfa masih di sekolah ya? Ah, masa sih, sekarang kan udah jam 4 sore, buat apa ke sekolah!? Aku lihat profil Alfa dengan foto tampannya. Aku lihat status hubungan, yang pastinya berpacaran dong! Tapi... Oh My God!!! Putus...!!! Aku bahagia setengah mati, tapi penasaran... Putus kenapa ya?
Di daftar chat Alfa masih OL, aku langsung kirim pesan.
"Woy, kamu putus Alf?"
"Iya Dan, Putri udah nggak mau lagi sama aku :("
Hati gembiraku ikut sedih jadinya. Nggak suka juga kalau lihat wajah cemberut Alfa.
"Oh, sabar lah Alf. Cari yang baru, jangan kecewa, kan pacar bukan dia seorang yang bisa dicari."
Aku kasih Alfa semangat, dan ternyata cukup manjur. Alfa langsung jawab.
"Makasih ya Dan, aku juga minta maaf nih udah ninggalin kamu... Padahal kamu perhatian banget, sekarang aku lihat kamu pulang sekolah ngambek terus, aku jadi nggak enak hati. Maafin ea..."
Wajah aku merah padam... Wih, nggak nyangka balasannya kayak gitu. Tapi syukurlah, aku mungkin bisa dekat lagi sama Alfa...
"Woy, kamu putus Alf?"
"Iya Dan, Putri udah nggak mau lagi sama aku :("
Hati gembiraku ikut sedih jadinya. Nggak suka juga kalau lihat wajah cemberut Alfa.
"Oh, sabar lah Alf. Cari yang baru, jangan kecewa, kan pacar bukan dia seorang yang bisa dicari."
Aku kasih Alfa semangat, dan ternyata cukup manjur. Alfa langsung jawab.
"Makasih ya Dan, aku juga minta maaf nih udah ninggalin kamu... Padahal kamu perhatian banget, sekarang aku lihat kamu pulang sekolah ngambek terus, aku jadi nggak enak hati. Maafin ea..."
Wajah aku merah padam... Wih, nggak nyangka balasannya kayak gitu. Tapi syukurlah, aku mungkin bisa dekat lagi sama Alfa...
To Be Continued...
Bayu: 085799366661, Cari Teman yang umurnya cowox SD Klz 6& SMP Klz 1-2(11 – 14 thn)SMP SeIndonesia Selama 24 Jam Nonstop(Jakarta, Karamat Jati, Jatinegara, Bekasi(Utara,Selatan,Barat),Tambung Utara, Cibitung, Cengkareng, Tangerang Selatan, Tangerang, Depok,Cikarang(Barat,Selatan),Serang/Banteng, Bandung, Tegal,Purworejo, Purwokarta,Wonogiri,Banjarnegara,Semarang(Utara,Barat,Selatan,Timur),Genuk,Gerobangan,Batam,Pekalongan,Pemalang,Jepara,Pati,Rembang,Blora,Karanganyar,Surakarta,Magelang,Srangen,Klaten,Kudus,Jepara, Salatiga,Wonosobo,Magetan,Surabaya,Malang,Pacitan,Jember,Tulungagung,Sidoarjo,Probolinggo,Pasuruan,Batu,Lumajang,Banyuwangi,Bakalangan,Sumenep,Madura,Situbondo,Bondowoso,Sampang,Mataram,Sumbawa Besar,Dili,Batam,Aceh,Palembang,Medan,Bengkulu,Jambi,Lampung,Bangka Belitung,Kepalau Riau,Pekanbaru,Banjarmasin,Pontianak,Palangkarya,Makassar,Palu,Bau2,Maluku,Ambon,Maluku Utara/Ternate,Sorong,Papua Barat, Papua Timur,Jaya Pura,Timika,Manokawi,Jogjakarta(Sleman,Bantul,Kulon Progo, Kokap,Gunung Kidul, Pakem,Turi,Wates,Nanggulan,Godean,Mlati,Jombor,Tempel),Surumbung,Sawangan,Kaliangrik,dll
BalasHapusRead more: http://asikb.blogspot.com/2012/09/video-asik-13-hajar-terus-boolku.html#ixzz3c6JSOtne